PENGOLAHAN BAHAN PERPUSTAKAAN (BUKU)

Tugas utama setiap perpustakaan atau pusat informasi adalah mengadakan, mengolah, menyediakan dan menyebarkan informasi kepada para pemustaka. Untuk melaksanakan tugas tersebut maka perpustakaan harus mengolah dan mengatur koleksinya sedemikian rupa sehingga informasi yang terdapat dalam koleksi tersebut dapat disimpan dan ditemukan kembali secara mudah, cepat dan tepat jika diperlukan.

Pengolahan bahan perpustakaan merupakan salah satu inti dari tugas perpustakaan. Bahan perpustakaan yang masuk ke perpustakaan wajib diolah dengan baik agar proses temu kembali informasi nantinya berjalan lancar dan mewujudkan tertib administrasi. Dalam pelaksanaannya. Proses pengolahan bahan perpustakaan ini dapat berbeda-beda urutan kegiatan atau alur prosesnya antara perpustakaan satu dengan yang lainnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perbedaan budaya kerja, sumber daya manusia, dan sarana prasarana dalam proses pengolahan.

Berikut proses Pengolahan bahan perpustakaan yang berupa buku di UPT Perpustakaan Unnes yang meliputi:

  1. Inventarisasi

Inventarisasi merupakan kegiatan pencatatan data bahan perpustakaan yang diterima, baik dalam bentuk buku, majalah, bentuk mikro dan audio visual ke dalam buku inventaris (buku induk).

Kegiatan inventarisasi bertujuan agar perpustakaan dapat mengontrol kepemilikan bahan perpustakaan, membuat statistik, mengetahui bahan perpustakaan yang belum dimiliki ataupun yang sudah dimiliki, mengetahui jumlah bahan perpustakaan yang dimiliki dalam waktu tertentu maupun jumlah bahan perpustakaan yang hilang.

Di dalam inventarisasi terdapat beberapa tugas yang sekaligus di selesaikan oleh petugas inventarisasi di antaranya yaitu pemberian cap/stempel kepemilikan (stempel berlogo lembaga), stempel inventaris dan stempel asal koleksi di peroleh (pembelian atau hadiah)

 

  1. Klasifikasi

Klasifikasi di perpustakaan diartikan sebagai kegiatan pengelompokkan  bahan perpustakaan berdasarkan ciri-ciri yang sama, misalnya pengarang,  fisik, isi dsb.

Dalam penempatan koleksi perpustakaan, koleksi di susun di dalam rak bukudengan urutan sesuai dengan skema klasifikasi DDC yaitu:

000      Karya Umum                                      600      Ilmu Terapan

100      Psikologi                                               700      Seni, OR, Rekreasi

200      Agama                                                  800      Sastra

300      Ilmu Sosial                                           900      Geografi, sejarah

400      Bahasa                                                   FIC      Fiksi

500      Ilmu Murni

  1. Kelengkapan Bahan Perpustakaan

Pembuatan kelengkapan bahan perpustakaan merupakan kegiatan menyiapkan dan membuat kelengkapan bahan perpustakaan agar pustaka itu siap dipakai, mudah digunakan dan untuk memelihara agar koleksi tetap dalam keadaan baik.

Kegiatan ini meliputi:

  1. Pelabelan call number (nomor penempatan) yang merupakan lembaran kertas persegi dengan ukuran tertentu (3 x 5 cm) dan penempelannya pada punggung buku. Dengan adanya label tersebut koleksi yang bersangkutan mempunyai tanda petunjuk di mana bisa di tempatkan dan di susun pada rak tertentu.
  2. Lembar due slip (tanggal kembali) berisi nomor buku, nomor klasifikasi dan judul koleksi. Lembar ini di temple pada halaman terakhir buku. Lembar ini berguna sebagai alat control bagi peminjam bahan perpustakaan karena berisi tentang tanggal kapan koleksi tersebut harus dikembalikan.
  3. Pemasangan tatle tape merupakan suatu alat sensor keamanan koleksi perpustakaan. Strip ini sangat rahasia sehingga hampir tidak mungkin dapat ditemukan atau dihapus. Alat ini akan terdeteksi melalui gate sensor sehingga yang melewati gate tersebut seketika merespon dengan tanda berbunyinya alarm secara otomatis.
  4. Penyampulan, untuk menjaga bahan perpustakaan agar tidak mudah rusak baik dari segi fisik atau isinya makan perpustakaan perlu melakukan kegiatann preservasi atau perawatan bahan perpustakaan dalam hal ini adalah penyampulan bahan perpustakaan yang sudah selesai di olah dan siap untuk di layankan.

Setelah semua kegiatan Pengolahan bahan perpustakaan selesai langkah selanjutnya semua koleksi bahan perpustakaan itu di distribusikan ke bagian masing-masing (sirkulasi, tandon, referens) dan siap untuk di manfaatkan olehn pemustaka.

Oleh:
Retma Inayati Fachriz, S.S
Pustakawan Pada Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *